
PATI - Entah apa yang terbesit didalam hati Sumini binti Sarkono, 22 tahun, warga Dukuh Betok, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah. Perempuan malang yang pernah jadi TKW di Negeri Jiran, Malaysia, Rabu kemarin (18/2) memutuskan mengakhiri hidupnya di Waduk Gembong Pati.
Debit air saat ini tinggi, sehingga ukuran ketinggian air waduk mencapai 25 meter. Bantaran waduk juga dipenuhi dengan ranjau-ranjau ikan dan sampah bambu, hingga menjadikan kendala tersendiri pagi tim dalam pengoprasionalan mesin perahu karet. Dalam pengamatan, tampak berulang kali mesin perahu terlilit oleh ranjau jaring ikan dan potongan-potongan ranting bambu. Namun demikian, tim tak pantang menyerah dan pencarianpun tetap dilakukan dengan menurunkan tiga perahu karet bermesin. Satu diantaranya adalah milik TIM SATLAK PBP Kabupaten Kudus.
Menurut beberapa saksi ditempat kejadian perkara diperoleh keterangan bahwa, Rabu (18/2) sekitar pukul 10.00 wib terlihat seorang perempuan sedang naik ojek dari pangkalan ojek Desa Ngembes Pati. Namun saat tiba di depan pintu jalur masuk ke arah pintu pembuka waduk, tiba-tiba ia berhenti. Gelagat mencurigakanpun tak ada sama sekali. Orang mengira bahwa perempuan tersebut sedang berwisata, beberapa saat kemudian, terlihat suara orang mencebur kedalam waduk. Setelah dicari asal muasal suara ceburan tersebut, ternyata suara itu berasal dari tempat dimana si perempuan itu berada. Ditempat kejadian juga ditemukan sebuah tas dan sandal yang kuat dugaan adalah miliknya.
Tetangga korban, Karsidi, 45 tahun, di lokasi kejadian perkara diperoleh keterangan bahwa Sumini baru setahun yang lalu pulang dari Malaysia menjadi TKW. Ia menjadi TKW di Malaysia selama dua tahun. Sebelum peristiwa ini terjadi, korban sempat mengisi waktu bekerja menjadi PRT (Pembantu Rumah Tangga) di Ngemplak, Kajen, Pati. Namun, selang empat hari setelah korban pulang dari tempat kerja, tiba-tiba peristiwa ini menimpa korban. "Kami tidak mengira ia akan mengakhiri hidupnya seperti ini, empat hari sebelumnya, ia baru saja pulang bekerja dari Ngemplak, kok Mas", tuturnya.
Namun, jasad korban hingga berita ini di turunkan (19/2) pukul 19.00 WIB, belum juga diketemukan oleh Tim SAR gabungan terdiri dari SAR Kabupaten PATI, SATLAK PBP Kudus, SAR Jepara dan BPBD Jateng. Dalam pencarian korban, Tim menurunkan juru selam serta penjangkaran di titik lokasi yang diindikasikan menjadi tempat bersemayamnya korban.
Sementara itu, TIM SATLAK PBP Kudus dibawah komando Atok Darmobroto, SE memutuskan untuk bermalam dilokasi dan melanjutkan pencarian besuk pagi. "Pencarian korban kami intensifkan besuk pagi, jadi kami dan kawan-kawan SATGAS memutuskan untuk bermalam di sini", terangnya ditengah-tengah anggota Satgas PBP Kudus yang sedang breafing di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan, karena tim berkeyakinan setelah tiga hari dari kejadian tenggelam, jasad korban biasanya akan mengapung kepermukaan air.