RAHTAWU- Tak ada hujan, tak ada banjir, namun kemarin Sabtu (13/2) warga Desa Rahtawu digegerkan dengan tewasnya seorang pemuda yang sedang mandi di "Kedung Gong" Kali Gelis, 1 kilometer arah utara dari kantor balai desa Rahtawu.
Korban adalah seorang laki-laki bernama Joko Sutejo bin Sofiyan, umur 24 tahun penduduk asal Dukuh Kebon Alas Desa Besito RT 03 RW 08 Gebog Kudus. Korban baru saja menikah dengan Istiqomah (19) setahun yang lalu. Saat ini kondisi istri korban sedang hamil dua bulan.
Menurut penuturan sejumlah warga di lokasi kejadian perkara menyebutkan bahwa sekitar pukul 14.00 korban bersama teman sekampungnya, Ngatno bin Suwoko, umur 16 tahun berniat menikmati panorama alam di pegununan Rahtawu, saat tiba di lokasi korban dan rekannya setelah melihat keelokan dan kejernihan air sungai di Kedung Gong, kali Gelis, korban bersama temannya memutuskan untuk mandi disungai. Cuaca saat itu cerah, aliran sungaipun landai-landai saja. Akan tetapi pada posisi arus air di Kedung Gong memang begitu deras. Disamping itu, penuturan warga menyebutkan bahwa lokasi ini dikultuskan warga setempat sebagai tempat wingit atau angker.
Disaat korban sedang mandi bersama temannya, tiba-tiba ia mencebur kedalam kedung yang kedalamannya kurang lebih 4 meter. Ketidak pandaian korban dalam melakukan renang akhirnya mengakibatkan korban tergulung dalam pusaran air hingga mengakibatkan korban menghembuskan nyawa terakhirnya. Teman korban yang melihat kejadian ini menjadi panik dan bergegas berteriak minta tolong pada warga yang melintas dibantaran sungai. Dengan berbagai upaya, akhirnya tepat pukul 14.30, Joko Sutejo dapat dievakuasi, namun nyawanya sudah tidak dapat tertolong.
WARGA MELAPOR KE TIM SAR
Selang beberapa menit setelah Joko dievakuasi, warga melapor ke Tim SAR Kabupaten Kudus lewat Kasi Trantib Kecamatan Gebog, Istiyanto. Dengan kesigapan informasi, Kasi Linmas pada Kesbangpol dan Linmas Kudus yang juga Komandan SAR Kudus, Atok Darmobroto, SE., langsung memutuskan untuk menerjunkan anakbuahnya ke TKP. Atok juga menginstruksikan agar jasad korban dibawa sementara waktu ke ruang Polindes Desa Rahtawu untuk dilakukan outopsi dari dokter Puskesmas Gebog.
Pengambilan outopsi dilakukan sekitar pukul 18.00 dan baru selesai pada pukul 18.45. Hasil outopsi dijelaskan bahwa korban murni tenggelam dan tidak ada indikasi terkena benda tumpul. "Joko murni tenggelam, ia kehabisan oksigen dan tidak dapat berenang, sehingga ia menghembuskan nyawanya, jasad korban masih utuh tidak ada indikasi terkena benda tumpul", terang H. Bambang, Dokter Puskesmas Gebog yang melakukan outopsi terhadap jasad Joko.
Setelah dilakukannya otopsi, jasad Joko langsung dikemas kedalam kantong mayat yang telah disediakan oleh Tim SAR Kudus. Jasad korban diangkut kedalam mobil operasional SAR dengan nomor polisi B 9320 LQ menuju rumah duka di Dukuh Kebon ALas RT 03 RW 08 No. 26 Desa Besito Gebog Kudus. Perjalanan jenazah korban dikawal oleh iring-iringan mobil patroli polsek Cendono dan mobil Trantib Kecamatan Gebog. Selang kemudian, pukul 19.30, Jasad korban tiba di kediaman orang tuanya. Tangis harupun tak terelakkan. Ibu korban, Sumini, 50 tahun masih tidak sadarkan diri, mendengar kabar anak laki-lakinya meninggal. Disisi lain, Istiqomah, 19 tahun yang menjadi istri korban juga mengalami hal yang sama.
Sementara itu, Kapolsek Cendono, AKP. R. Sulis menghimbau agar semua warga lebih hati-hati saat mandi di sungai Gelis. " Kita sudah sering memberikan warning kepada masyarakat dan pihak pemerintahan desa untuk lebih berhati-hati saat mandi di sungai", jelas Kapolsek. Disamping itu, Istiyanto, Kasi Trantib Kecamatan Gebog juga membeberkan bahwa di lokasi kejadian sudah terpampang peringatan untuk berhati-hati saat mandi di sungai Gelis. "Kita sudah pasang papan peringatan di lokasi tersebut", tandasnya.
Korban adalah seorang laki-laki bernama Joko Sutejo bin Sofiyan, umur 24 tahun penduduk asal Dukuh Kebon Alas Desa Besito RT 03 RW 08 Gebog Kudus. Korban baru saja menikah dengan Istiqomah (19) setahun yang lalu. Saat ini kondisi istri korban sedang hamil dua bulan.
Menurut penuturan sejumlah warga di lokasi kejadian perkara menyebutkan bahwa sekitar pukul 14.00 korban bersama teman sekampungnya, Ngatno bin Suwoko, umur 16 tahun berniat menikmati panorama alam di pegununan Rahtawu, saat tiba di lokasi korban dan rekannya setelah melihat keelokan dan kejernihan air sungai di Kedung Gong, kali Gelis, korban bersama temannya memutuskan untuk mandi disungai. Cuaca saat itu cerah, aliran sungaipun landai-landai saja. Akan tetapi pada posisi arus air di Kedung Gong memang begitu deras. Disamping itu, penuturan warga menyebutkan bahwa lokasi ini dikultuskan warga setempat sebagai tempat wingit atau angker.
Disaat korban sedang mandi bersama temannya, tiba-tiba ia mencebur kedalam kedung yang kedalamannya kurang lebih 4 meter. Ketidak pandaian korban dalam melakukan renang akhirnya mengakibatkan korban tergulung dalam pusaran air hingga mengakibatkan korban menghembuskan nyawa terakhirnya. Teman korban yang melihat kejadian ini menjadi panik dan bergegas berteriak minta tolong pada warga yang melintas dibantaran sungai. Dengan berbagai upaya, akhirnya tepat pukul 14.30, Joko Sutejo dapat dievakuasi, namun nyawanya sudah tidak dapat tertolong.
WARGA MELAPOR KE TIM SAR
Selang beberapa menit setelah Joko dievakuasi, warga melapor ke Tim SAR Kabupaten Kudus lewat Kasi Trantib Kecamatan Gebog, Istiyanto. Dengan kesigapan informasi, Kasi Linmas pada Kesbangpol dan Linmas Kudus yang juga Komandan SAR Kudus, Atok Darmobroto, SE., langsung memutuskan untuk menerjunkan anakbuahnya ke TKP. Atok juga menginstruksikan agar jasad korban dibawa sementara waktu ke ruang Polindes Desa Rahtawu untuk dilakukan outopsi dari dokter Puskesmas Gebog.
Pengambilan outopsi dilakukan sekitar pukul 18.00 dan baru selesai pada pukul 18.45. Hasil outopsi dijelaskan bahwa korban murni tenggelam dan tidak ada indikasi terkena benda tumpul. "Joko murni tenggelam, ia kehabisan oksigen dan tidak dapat berenang, sehingga ia menghembuskan nyawanya, jasad korban masih utuh tidak ada indikasi terkena benda tumpul", terang H. Bambang, Dokter Puskesmas Gebog yang melakukan outopsi terhadap jasad Joko.
Setelah dilakukannya otopsi, jasad Joko langsung dikemas kedalam kantong mayat yang telah disediakan oleh Tim SAR Kudus. Jasad korban diangkut kedalam mobil operasional SAR dengan nomor polisi B 9320 LQ menuju rumah duka di Dukuh Kebon ALas RT 03 RW 08 No. 26 Desa Besito Gebog Kudus. Perjalanan jenazah korban dikawal oleh iring-iringan mobil patroli polsek Cendono dan mobil Trantib Kecamatan Gebog. Selang kemudian, pukul 19.30, Jasad korban tiba di kediaman orang tuanya. Tangis harupun tak terelakkan. Ibu korban, Sumini, 50 tahun masih tidak sadarkan diri, mendengar kabar anak laki-lakinya meninggal. Disisi lain, Istiqomah, 19 tahun yang menjadi istri korban juga mengalami hal yang sama.
Sementara itu, Kapolsek Cendono, AKP. R. Sulis menghimbau agar semua warga lebih hati-hati saat mandi di sungai Gelis. " Kita sudah sering memberikan warning kepada masyarakat dan pihak pemerintahan desa untuk lebih berhati-hati saat mandi di sungai", jelas Kapolsek. Disamping itu, Istiyanto, Kasi Trantib Kecamatan Gebog juga membeberkan bahwa di lokasi kejadian sudah terpampang peringatan untuk berhati-hati saat mandi di sungai Gelis. "Kita sudah pasang papan peringatan di lokasi tersebut", tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar