JATI - Ledakan gas LPG 3 kg kembali menelan korban. Peristiwa ini terjadi di rumah Suyanto 55 tahun, warga Getaspejaten 03 / III Jati Kudus. Kejadian ini bermula dikala korban hendak mengganti gas LPG di rumahnya yang saat itu tengah berlangsung memasak untuk persiapan hajatan khitan.
Bukan untung yang didapat, malah nasib sial kini harus dideritanya. Pukul 18.30 (10/10) saat korban diberitahu oleh juru masak yang ada di dapur, bahwa isi gas LPG telah habis, maka ia langsung bermaksud untuk mengganti dengan LPG yang baru dibeli dari toko. Namun tiba-tiba saja dikala korban membuka tutup tabung gas LPG, kepulan asap berwarna putih disertai bau gas yang menyengat kontan membumbung tinggi dan memenuhi ruangan dapur.
Korban sudah berusaha untuk melakukan tindakan penyelamatan dengan mematikan semua instalasi listrik di dapur dan melempar tabung gas kedalam air kulah, akan tetapi upaya penyelamatan ini tak membuahkan hasil. Selain itu korban juga berupaya untuk menceburkan diri ke dalam kulah, namun malah korban mengalami luka bakar cukup serius.
Kuat dugaan ledakan ini dipicu adanya bocoran gas yang masuk dalam stok kontak aliran listrik, sehingga memicu adanya ledakan hebat. Tak tanggung-tanggung kejadian ini memakan korban sebanyak 8 orang, dengan menderita luka bakar, termasuk di dalamnya ada pasutri beserta anaknya. Kedelapan korban adalah Suyanto (55), Rubiah (40), Budianto (42), Rusman (36), Kusni (40), Darmisih, (32) Amrul (7) dan Sona (30). Budianto, Kusni adalah pasutri yang ikut menjadi korban ledakan gas pada kejadian itu sedangkan Amrul adalah anak dari buah pernikahan dari keduanya.
Korban yang mengalami kebaran berat, kesemuanya dilarikan ke rumah sakit Mardi Rahayu, mereka adalah Suyanto, Rubiah dan Rusman. Sedangkan kelima korban lainnya yang menderita luka bakar ringan kesemuanya dirawat di Badan Rumah Sakit Umum Daerah Kudus.
Atas kejadian ini Atok D.B., SE selaku Komandan Satgas PBP menghimbau kepada warga agar lebih waspada dalam menggunakan tabung gas LPG, khususnya tabung yang beratnya 3 kg. "Saya mengharapkan kepada masyarakat agas lebih mengutamakan unsur keselamatan dalam menggunaan gas LPG, bila tercium bau menyengat akibat bocornya gas, segera saja lakukan penetralan ruangan dan jangan sesekali menyalakan api maupun listrik di lokasi," himbaunya. Selain itu langkah antisipasi yang perlu dilakukan adalah melakukan tes kebocoran tabung gas dengan cara menyelumpkan ke air dan mengontrol katup kelep pada tabung sebelum digunakan serta memakai selang dan regulator yang sesuai standar SNI.
Bukan untung yang didapat, malah nasib sial kini harus dideritanya. Pukul 18.30 (10/10) saat korban diberitahu oleh juru masak yang ada di dapur, bahwa isi gas LPG telah habis, maka ia langsung bermaksud untuk mengganti dengan LPG yang baru dibeli dari toko. Namun tiba-tiba saja dikala korban membuka tutup tabung gas LPG, kepulan asap berwarna putih disertai bau gas yang menyengat kontan membumbung tinggi dan memenuhi ruangan dapur.
Korban sudah berusaha untuk melakukan tindakan penyelamatan dengan mematikan semua instalasi listrik di dapur dan melempar tabung gas kedalam air kulah, akan tetapi upaya penyelamatan ini tak membuahkan hasil. Selain itu korban juga berupaya untuk menceburkan diri ke dalam kulah, namun malah korban mengalami luka bakar cukup serius.
Kuat dugaan ledakan ini dipicu adanya bocoran gas yang masuk dalam stok kontak aliran listrik, sehingga memicu adanya ledakan hebat. Tak tanggung-tanggung kejadian ini memakan korban sebanyak 8 orang, dengan menderita luka bakar, termasuk di dalamnya ada pasutri beserta anaknya. Kedelapan korban adalah Suyanto (55), Rubiah (40), Budianto (42), Rusman (36), Kusni (40), Darmisih, (32) Amrul (7) dan Sona (30). Budianto, Kusni adalah pasutri yang ikut menjadi korban ledakan gas pada kejadian itu sedangkan Amrul adalah anak dari buah pernikahan dari keduanya.
Korban yang mengalami kebaran berat, kesemuanya dilarikan ke rumah sakit Mardi Rahayu, mereka adalah Suyanto, Rubiah dan Rusman. Sedangkan kelima korban lainnya yang menderita luka bakar ringan kesemuanya dirawat di Badan Rumah Sakit Umum Daerah Kudus.
Atas kejadian ini Atok D.B., SE selaku Komandan Satgas PBP menghimbau kepada warga agar lebih waspada dalam menggunakan tabung gas LPG, khususnya tabung yang beratnya 3 kg. "Saya mengharapkan kepada masyarakat agas lebih mengutamakan unsur keselamatan dalam menggunaan gas LPG, bila tercium bau menyengat akibat bocornya gas, segera saja lakukan penetralan ruangan dan jangan sesekali menyalakan api maupun listrik di lokasi," himbaunya. Selain itu langkah antisipasi yang perlu dilakukan adalah melakukan tes kebocoran tabung gas dengan cara menyelumpkan ke air dan mengontrol katup kelep pada tabung sebelum digunakan serta memakai selang dan regulator yang sesuai standar SNI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar