
UNDAAN - Jum'at (5/3) pukul 23.00 Wib Tim Satgas PBP Kudus mendapatkan laporan terkait adanya ketinggian kiriman air di sungai Wulan. Laporan salah seorang warga Undaan menuturkan dari pantauan pos jaga Wilalung diperoleh informasi bahwa ketinggian air saat ini mencapai ambang batas normal. Sehingga hal ini patut menjadikan perhatian masyarakat diwilayah Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Undaan.
Laporan tersebut langsung mendapat respon serius dari Komandan Satgas PBP Kudus, Y. Atok Darmo Broto, SE. Tepat pukul 23.00 Wib sang komandan langsung menerjunkan beberapa personel Satgas PBP Kudus untuk melakukan monitoring ke lokasi dimaksud. Setelah melakukan pemantauan dibeberapa titik rawan terjadinya "tanggul jebol", tim giliran merangsek menuju Desa Ketanjung, masuk wilayah Kecamatan Karanganyar, Demak.
Hal ini dimaksudkan karena dilokasi ini terdapat sebuah tanggul yang patut menjadi kewaspadaan bagi masyarakat Kudus. Karena arus buangan aliran air dari pintu tanggul tersebut menuju ke wilayah Desa Ngemplak, Undaan, Kudus. Temuan tim mengagetkan sekali, karena posisi tanggul yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 8 m ini, saat dilakukan pantauan, telah terlimpasi oleh arus air dari sungai Wulan. "Ini sangat berbahaya sekali, bila debit air tidak kunjung surut, akibatnya bisa berdampak sitemik pada wilayah Kudus" , seloroh Wafa, salah seorang anggota Satgas PBP.
Sementara itu, perlu diketahui bahwa tanggul tersebut sekitar 5 bulan yang lalu baru saja selesai diadakan pembenaan oleh Dinas Pengairan Provinsi Jawa Tengah. Namun kondisi kontur tanahnya yang kurang labil, diawal Januari 2010 kemarin, hujan deras dan ketinggian debit air mengakibatkan tanggul tersebut tergerus air, sehingga tim Satgas PBP Kudus dibantu masyarakat sekitar melakukan kerja bhakti pembenahan tanggul dengan cara memberi pengaman tanggul dengan terpal dan bongkahan-bonghkahan tanah yang dikemas kedalam karung.
Atas peristiwa ini, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan proaktif untuk segera lepor kepada pihak yang berkompeten, baik muspika setempat maupun ke tim Satgas PBP Kudus, bila suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami harapkan masyarakat selalu waspada dan aktif dalam pemantauan ini, sehingga kami bisa sigap dalam melangkah", Ujar Atok disela-sela pemantauan di atas tanggul "Ketanjung" tadi malam.
Laporan tersebut langsung mendapat respon serius dari Komandan Satgas PBP Kudus, Y. Atok Darmo Broto, SE. Tepat pukul 23.00 Wib sang komandan langsung menerjunkan beberapa personel Satgas PBP Kudus untuk melakukan monitoring ke lokasi dimaksud. Setelah melakukan pemantauan dibeberapa titik rawan terjadinya "tanggul jebol", tim giliran merangsek menuju Desa Ketanjung, masuk wilayah Kecamatan Karanganyar, Demak.
Hal ini dimaksudkan karena dilokasi ini terdapat sebuah tanggul yang patut menjadi kewaspadaan bagi masyarakat Kudus. Karena arus buangan aliran air dari pintu tanggul tersebut menuju ke wilayah Desa Ngemplak, Undaan, Kudus. Temuan tim mengagetkan sekali, karena posisi tanggul yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 8 m ini, saat dilakukan pantauan, telah terlimpasi oleh arus air dari sungai Wulan. "Ini sangat berbahaya sekali, bila debit air tidak kunjung surut, akibatnya bisa berdampak sitemik pada wilayah Kudus" , seloroh Wafa, salah seorang anggota Satgas PBP.
Sementara itu, perlu diketahui bahwa tanggul tersebut sekitar 5 bulan yang lalu baru saja selesai diadakan pembenaan oleh Dinas Pengairan Provinsi Jawa Tengah. Namun kondisi kontur tanahnya yang kurang labil, diawal Januari 2010 kemarin, hujan deras dan ketinggian debit air mengakibatkan tanggul tersebut tergerus air, sehingga tim Satgas PBP Kudus dibantu masyarakat sekitar melakukan kerja bhakti pembenahan tanggul dengan cara memberi pengaman tanggul dengan terpal dan bongkahan-bonghkahan tanah yang dikemas kedalam karung.
Atas peristiwa ini, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan proaktif untuk segera lepor kepada pihak yang berkompeten, baik muspika setempat maupun ke tim Satgas PBP Kudus, bila suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami harapkan masyarakat selalu waspada dan aktif dalam pemantauan ini, sehingga kami bisa sigap dalam melangkah", Ujar Atok disela-sela pemantauan di atas tanggul "Ketanjung" tadi malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar