JEKULO - Kamis (18/3), sebuah nasib tragis menimpa perempuan paruh baya yang sedang mencari rumput di bantaran sungai Madat, Pladen, Jekulo. Sudah jatuh ketimpa tangga, begitu pribahasa yang patut disinonimkan dengan peristiwa yang menimpa Kuswati (40) warga Dukuh Njawek, Desa Pladen RT 03 RW 05, Kecamatan Jekulo, siang ini sekitar pukul 11.00 wib ditemukan tenggelam di sungai Madat.
Korban adalah seorang pencari rumput. Biasanya Korban tepat pukul 09.oo wib pagi sudah pulang dari mencari rumput. Akan tetapi saat adik korban, Karmin, menunggu-nunggu hingga pukul 10.00 wib, korban tak kunjung kembali pulang. Perasaan karmin mulai tak enak, hatinya juga gundah dan teringat-ingat pada ucapan terakhir yang disampaikan korban padanya, saat hendak pergi mencari rumpu.
Kebiasaan korban sebelum berangkat mencari rumput, ia selalu berpamitan pada sang adik yang tinggal serumah dengan korban, ia bernama Karmin. Namun tiba-tiba saja ada sesuatu hal yang dirasa janggal di hati sang adik. Logat bicara pamitan korban tak seperti hari-hari biasa, "Min aku tak golek suket yo, Min. Mengko susulo", tiru Karmin pada kalimat terakhir yang disampaikan korban saat berpamit mau mencari rumput. Biasanya korban pukul 09.oo wib pagi sudah pulang, namun hingga pukul 10.00 wib, ia tak kunjung pulang.
Karmin pun langsung memutuskan untuk mencari sang kakak ke lokasi biasanya yang ia jadikan tempat mencari rumput. Sesampai dilokasi dimaksud, alangkah kagetnya, Karmin menemukan sang kakak sudah dalam keadaan terapung di sungai. Seketika itu, Karmin berteriak dan minta tolong pada seseorang yang kebetulan ada salah satu anggota Satgas PBP Kudus yang sedang melakukan monitoring pemantauan wilayah, ia adalah Priyo Nugroho.
Atas peristiwa ini, Priyo langsung berkoordinasi dengan posko induk yang ada di kabupaten untuk memperoleh bantuan anggota dan peralatan evakuasi. Atas kejadian ini, Tim Satgas PBP Kudus langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Namun, saat tim sampai di tempat peristiwa, nyawa Kuswati sudah tidak tertolongkan. "Kami langsung menerjunkan anggota ke lokasi peristiwa untuk melakukan evakuasi dan pertolongan", Terang Komandan Satgas PBP, Atok DB., SE., saat ditanya koresponden blogger.
Sementara itu penuturan adik korban, Karmin (36), diperoleh keterangan, bahwa setiap pagi, korban menjalani rutinitas mencari rumput di bantaran sungai ini untuk memberi makan ternak kambing yang ia pelihara. Namun tak diduga, penyakit epilepsi korban tiba-tiba kambuh saat sedang mengais rumput tepat dibantaran sungai. Korban mengalami kejang-kejang dan terpental ke dalam air hingga mengakibatkan kehabisan oksigen di dalam air. "Kuat dugaan saya, gara-gara epilepsi kakak kambuh inilah yang menjadikan ia tidak dapat bernafas hingga menyebabkan tenggelam dan meninggal dilokasi," Tandas Karmin pada Tim Satgas PBP dilokasi peristiwa.
Korban adalah seorang pencari rumput. Biasanya Korban tepat pukul 09.oo wib pagi sudah pulang dari mencari rumput. Akan tetapi saat adik korban, Karmin, menunggu-nunggu hingga pukul 10.00 wib, korban tak kunjung kembali pulang. Perasaan karmin mulai tak enak, hatinya juga gundah dan teringat-ingat pada ucapan terakhir yang disampaikan korban padanya, saat hendak pergi mencari rumpu.
Kebiasaan korban sebelum berangkat mencari rumput, ia selalu berpamitan pada sang adik yang tinggal serumah dengan korban, ia bernama Karmin. Namun tiba-tiba saja ada sesuatu hal yang dirasa janggal di hati sang adik. Logat bicara pamitan korban tak seperti hari-hari biasa, "Min aku tak golek suket yo, Min. Mengko susulo", tiru Karmin pada kalimat terakhir yang disampaikan korban saat berpamit mau mencari rumput. Biasanya korban pukul 09.oo wib pagi sudah pulang, namun hingga pukul 10.00 wib, ia tak kunjung pulang.
Karmin pun langsung memutuskan untuk mencari sang kakak ke lokasi biasanya yang ia jadikan tempat mencari rumput. Sesampai dilokasi dimaksud, alangkah kagetnya, Karmin menemukan sang kakak sudah dalam keadaan terapung di sungai. Seketika itu, Karmin berteriak dan minta tolong pada seseorang yang kebetulan ada salah satu anggota Satgas PBP Kudus yang sedang melakukan monitoring pemantauan wilayah, ia adalah Priyo Nugroho.
Atas peristiwa ini, Priyo langsung berkoordinasi dengan posko induk yang ada di kabupaten untuk memperoleh bantuan anggota dan peralatan evakuasi. Atas kejadian ini, Tim Satgas PBP Kudus langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Namun, saat tim sampai di tempat peristiwa, nyawa Kuswati sudah tidak tertolongkan. "Kami langsung menerjunkan anggota ke lokasi peristiwa untuk melakukan evakuasi dan pertolongan", Terang Komandan Satgas PBP, Atok DB., SE., saat ditanya koresponden blogger.
Sementara itu penuturan adik korban, Karmin (36), diperoleh keterangan, bahwa setiap pagi, korban menjalani rutinitas mencari rumput di bantaran sungai ini untuk memberi makan ternak kambing yang ia pelihara. Namun tak diduga, penyakit epilepsi korban tiba-tiba kambuh saat sedang mengais rumput tepat dibantaran sungai. Korban mengalami kejang-kejang dan terpental ke dalam air hingga mengakibatkan kehabisan oksigen di dalam air. "Kuat dugaan saya, gara-gara epilepsi kakak kambuh inilah yang menjadikan ia tidak dapat bernafas hingga menyebabkan tenggelam dan meninggal dilokasi," Tandas Karmin pada Tim Satgas PBP dilokasi peristiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar