SELAMAT DATANG DI WEBSITE PBP KESBANGPOLINMAS KUDUS

Jln simpang 7 no.1 pendopo Kabupaten Kudus phone 0291 435010

Kami satgas PBP (penanggulangan bencana dan pengungsian) dibawah naungan kesbangpolinmas kabupaten kudus,yg terdiri dari unsur linmas inti dan satgas PBP,berusaha menjadi yg terbaik,siap dimanapun dan kapanpun melayani siapapun,tidak mengenal waktu,pengabdian kami tidak mengharap balasan jasa berbentuk apapun,semata mata hanya panggilan jiwa demi sesama , silahkan hubungi kami :

Radio frekwensi VHF 16.1190




Jumat, 12 Februari 2010

SATGAS PBP KUDUS DIGONCANG ISU MIRING

KOTA - Pagi ini (12/2), korps Satgas PBP Kudus digoncang isu tidak menyenangkan, terkait keberhasilan kinerja tim penanggulangan bencana di kota keretek, Kudus, dalam mengevakuasi jenazah dua pasangan suami istri, Nderin dan Biah, korban banjir Sungai Logung, minggu (7/2) lalu. Isu yang berkembang tersebut adalah tim satgas dikabarkan meminta imbalan sejumlah uang dari keluarga korban. Tak gemen-gemen, nominalnya mencapai 8 juta. "Saya mendapatkan laporan per telephon tadi pagi, sekitar jam 8.00, bahwa keluarga korban dimintai sejumlah uang oleh orang yang mengatasnamakan satgas", beber Atok.

Dalam realita pengabdian tim satgas PBP Kudus, tidak sepeserpun pernah meminta imbalan dalam bentuk apapun, terlebih para keluarga korban yang sedang terkena musibah. "Murni, kegiatan kita adalah untuk menolong sesama, kita tidak profit oriented", tambah Atok. Sementara Wadan Satgas PBP Kudus, Bejo, menambahkan penjelasan bahwa selama ini pelayanan tim satgas tidak pernah meminta sesuatu apapun dan dalam bentuk apapun kepada keluarga korban. Misi Kita adalah misi sosial kemasyarakatan. Jika ada orang yang menggoncang isu seperti diatas, jelas itu fitnah dan tidak benar.

Dalam kesempatan lain, Atok Darmobroto, SE, Kasi Linmas yang juga Komandan Satgas PBP Kudus saat dihubungi lewat ponselnya, langsung mentabayyunkan (menjelaskan-Red) hal tersebut. Beliau menjelaskan kepada koresponden blogger, bahwa itu hanya sebuah isu yang akan mencoba memecah kekuatan satgas yang selama ini sudah solid dan tertata rapi. "Itu adalah kerjaan orang-orang yang tidak suka pada satgas, mereka hanya ingin agar kekuatan kita runtuh", paparnya.

Sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, Atok langsung turun ke lapangan melakukan koordinasi dengan Camat Jekulo, Sekcam Jekulo serta Kepala Desa Tanjungrejo, terkait isu tersebut. Paska dilakukannya koordinasi, Atok lalu mendatangi keluarga korban dan menanyakan isu tersebut, namun setelah diadakan cros chek kepada anak-anak dari keluarga korban, yang tidak mau menyebut identitasnya, ia mendapatkan penjelaskan bahwa, isu tersebut adalah salah dan tidak benar. "Kami dan keluarga kami tidak pernah dimintai apapun, termasuk uang dari orang-orang yang mengatasnakaan tim satgas Kudus, malahan kami dan segenap keluarga besar almarhum dan almarhumah mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengabdian tim satgas PBP Kudus dalam turut serta membantu menemukan bapak dan ibu kami", jelasnya.

Ditempat terpisah, para anggota satgas, dibawah komando Budi Yuwono, mengadakan rapat mendadak, mengkaji hal itu. Dalam diskusi yang diikuti oleh 8 orang perwakilan satgas PBP, menyimpulkan bahwa isu ini adalah tidak benar, dan hanya intrik sebagian oknum kelompok orang-orang yang tidak suka pada kinerja satgas. "Kita sudah mendapat konfirmasi dari komandan satgas, bahwa ini hanyalah isu dan faktanya tidak ada, disamping itu, adegan ini hanyalah intrik untuk menjatuhkan kita", beber Budi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar