JEKULO - Jumat (28/1) kemarin benar-benar menjadi hari nahas bagi seorang petani yang sedang menyebrangi Sungai Ngutrip saat hendak pulang dari melakukan aktifitasnya di sawah. Lokasi sungai tersebut adalah masuk wilayah Desa Bulungcangkring Kidul tepatnya 500 m arah barat dari jembatan Gadu.
Sore itu sekitar pukul 17.00 wib sudah menjadi kebiasaan bagi para petani setempat yang hendak pulang dari sawah selalu menyebrangi sungai sebagai jalur alternatif untuk mempersingkat perjalanan menuju ke jalur darat. Namun tanpa diduga sebelumnya, sungai dengan kedalaman 3 meter yang dipenuhi sedimentasi endapan lumpur hingga 60 cm itu tiba-tiba menenggelamkan salah seorang petani hingga akhirnya tewas. Korban diketahui bernama Mulyadi bin Saridin (50), warga RT 01 RW 09 Bulungcangkring Jekulo Kudus.
Sore itu sekitar pukul 17.00 wib sudah menjadi kebiasaan bagi para petani setempat yang hendak pulang dari sawah selalu menyebrangi sungai sebagai jalur alternatif untuk mempersingkat perjalanan menuju ke jalur darat. Namun tanpa diduga sebelumnya, sungai dengan kedalaman 3 meter yang dipenuhi sedimentasi endapan lumpur hingga 60 cm itu tiba-tiba menenggelamkan salah seorang petani hingga akhirnya tewas. Korban diketahui bernama Mulyadi bin Saridin (50), warga RT 01 RW 09 Bulungcangkring Jekulo Kudus.
Saat peristiwa itu terjadi tak satupun orang yang mengetahuinya. Menurut penuturan Santoso yang merupakan keponakan korban, biasanya setiap pukul 17.00 WIB korban sudah sampai di rumah. Setelah ditunggu-tunggu kepulangannya hingga pukul 19.00 malam korban tak juga pulang. Atas peristiwa ini keluarga dan istri korban mulai cemas dan akhirnya bergegas untuk melakukan pencarian kesawah tempat korban bekerja. Namun korban tak kunjung diketemukan, di lokasi hanyalah didapati sepeda onthel yang biasa korban pakai ke sawah terletak dibantaran sungai.
Upaya pencarianpun dilakukan secara intensif kesana kemari, tiba-tiba alangkah terkejudnya, satu diantara pencari melihat topi yang biasa dipakai korban kesawah mengambang di perairan sungai. Berbekal dari informasi awal inilah akhirnya keluarga dan rekan-rekan sekampung korban melakukan pencarian di sungai tempat biasanya korban menyebrang. Peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke jajaran Tim Satgas PBB Kudus. Dari laporan ini, Komandan Satgas PBP Kudus yang juga Kasi Linmas pada Kantor Kesbangpol dan Linmas Kudus, Atok Darmo Broto, SE segera mengerahkan anggota ke lokasi kejadian.
Tepat pukul 20.00 WIB, Tim SAR dari Satgas PBP Kabupaten Kudus dibantu dengan Tim SAR KPBA NU Kudus diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban. Dengan berbagai upaya, mulai teknik penyelaman, manuver boat dan teknik penjangkaran pun dilakukan oleh para tim relawan. Upaya pencarian ini dilakukan hingga berjalan 3 jam. Setelah dilakukan berulang-ulang, akhirnya tehnik penjangkaran membuahkan hasil dengan tersangkutnya jasad korban pada jangkar yang dikendalikan oleh salah satu relawan. "Saat kami melakukan manuver boat dan penjangkaran beberapa kali, tiba-tiba jangkar yang saya kendalikan serasa menyangkut sesuatu benda di dalam air, kami langsung menyelaminya dan alhamdulillah yang menyangkut di jangkar itu adalah jasad korban", terang Eko Kristanto.
Setelah diketahui bahwa yang menyangkut dijangkar adalah jasad korban, tim pencari lalu bergegas untuk mengangkat jasad korban ke atas perahu karet dan langsung dimasukkan kedalam kantong mayat. Jasad korban langsung diantar ke rumah kediamannya di Desa Bulungcangkring Kidul RT 01 RW 09 Jekulo Kudus. Korban kini meninggalkan seorang istri bernama Suharni dan satu anak perempuan.
Upaya pencarianpun dilakukan secara intensif kesana kemari, tiba-tiba alangkah terkejudnya, satu diantara pencari melihat topi yang biasa dipakai korban kesawah mengambang di perairan sungai. Berbekal dari informasi awal inilah akhirnya keluarga dan rekan-rekan sekampung korban melakukan pencarian di sungai tempat biasanya korban menyebrang. Peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke jajaran Tim Satgas PBB Kudus. Dari laporan ini, Komandan Satgas PBP Kudus yang juga Kasi Linmas pada Kantor Kesbangpol dan Linmas Kudus, Atok Darmo Broto, SE segera mengerahkan anggota ke lokasi kejadian.
Tepat pukul 20.00 WIB, Tim SAR dari Satgas PBP Kabupaten Kudus dibantu dengan Tim SAR KPBA NU Kudus diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban. Dengan berbagai upaya, mulai teknik penyelaman, manuver boat dan teknik penjangkaran pun dilakukan oleh para tim relawan. Upaya pencarian ini dilakukan hingga berjalan 3 jam. Setelah dilakukan berulang-ulang, akhirnya tehnik penjangkaran membuahkan hasil dengan tersangkutnya jasad korban pada jangkar yang dikendalikan oleh salah satu relawan. "Saat kami melakukan manuver boat dan penjangkaran beberapa kali, tiba-tiba jangkar yang saya kendalikan serasa menyangkut sesuatu benda di dalam air, kami langsung menyelaminya dan alhamdulillah yang menyangkut di jangkar itu adalah jasad korban", terang Eko Kristanto.
Setelah diketahui bahwa yang menyangkut dijangkar adalah jasad korban, tim pencari lalu bergegas untuk mengangkat jasad korban ke atas perahu karet dan langsung dimasukkan kedalam kantong mayat. Jasad korban langsung diantar ke rumah kediamannya di Desa Bulungcangkring Kidul RT 01 RW 09 Jekulo Kudus. Korban kini meninggalkan seorang istri bernama Suharni dan satu anak perempuan.
Salut Buat satgas PBP kudus...
BalasHapus